Jumat, 28 Januari 2011

Akhiri penyiksaan diri

suara-suara menyerukan kebisingan
mengusik hati dan pikiran
entah apa yang mreka suarakan
mungkin hanyalah perasaan dalam keraguan

dikala waktu terus berjalan
diri seakan dalam buaian
bagaikan api dalam perapian
yang suatu saat akan padam

hingga arang dalam perapian habis terbakar
jiwa di dalam raga masih mencari keajaiban
yang dapat pulihkan segala kesakitan
yang dapat kembalikan semua kebahagiaan

apa yang dirasa semua tak berbeda
janji dan kesetiaan hanya omong kosong belaka
hari-hari bagaikan pagi tanpa mentari
hitam kelam tanpa pencerahan dalam diri

apalah artinya hidup ini ?
jika semua rasa benci tak ingin bersembunyi
jika segala hal harus bergerak dalam alur yang tak sejalan
haruskah kubiarkan menjadi bagian dari drama keputusasaan

tampak jelas semua raut yang semakin suram
biarkanlah nisan yang memisahkan
sampai darah bercucuran dalam kubangan
kuharap ajal segera datang

"di sore hari saat hujan rintik-rintik melanda kota Bandung. dihiasi kesepian dan kesunyian, aku melihat keluar jendela kamarku dan tak ada siapa-siapa".
.
.. kenapa marah ini tak juga mereda? Kenapa juga resah ini repot-repot menguntitku? Seolah tak kenal lelah dia selalu tahu dimana aku berada. Mengikutiku perlahan kemanapun aku pergi. Melangkah tertahan-tahan nyaris tanpa suara.

Rabu, 26 Januari 2011

Kegelapan di dalam kesunyian

Kegelapan di dalam kesunyian

Kosong…
Hidupku bagaikan heningnya malam
Terkesamping dari cerahnya hidup
Aku selalu ingin hidup
Diatas matinya sebuah kematian
Menginjaknya dan membuatnya
Tak bisa hidup lagi
Musnah untuk selamanya…!!!

Hidupku takkan pernah sempurna
Kebahagiaanku selalu datang dan disusul
Oleh sebuah kegundahan yang mendalam
Semuanya cukup untuk membuat hidupku kehilangan
Akan cahaya menyilaukan mata yang lazim di dalam hidup…

Aku hanya ingin sedikit bahagia sekarang
Terjauh dari sebuah kosakata berawal “C”
Yang datang tak terduga dan pergi meninggalkan duka
Aku ingin semuanya berhenti sekejap saja…

                                                                                                     Karya
Randi H.
27-02-2008




"tulisan ini kubuat menaggapi tugas Bahasa Indonesia dari guru saya saat SMA. Banyak inspirasi dibalik terbentuknya puisi ini dan pada akhirnya puisi ini berhasil saya terbitkan. Thanks."






Sabtu, 22 Januari 2011

Introduction

Assalamualaikum Wr. Wb.


Hello

Nama saya Randi Hendrawan. Tapi orang-orang yang saya kenal biasa memanggil saya “Doclo”. Entah kenapa orang-orang memanggil saya dengan sebutan itu. Itu terjadi sejak saya kelas 2 SMP. Berarti sudah genap 5 tahun saya dipanggil dengan sebutan “Doclo”. Dan itu pun masih berlangsung hingga sekarang.  Sekian penjelasan mengenai arti dibalik nama panggilan saya.
Jujur, blog ini saya buat karena banyak permintaan dari teman-teman saya supaya tulisan-tulisan saya ditempatkan pada tempat yang semestinya, yaitu di Blog ini. Disamping itu, memang ada dari dulu keinginan saya untuk memiliki blog. Supaya orang-orang tahu dan mudah untuk mengakses langsung ke tulisan-tulisan saya. 

Thanks buat Allah SWT karena saya telah diberi izin untuk hidup dan menjalani segala bentuk kehidupan ini baik buruknya. Terima kasih juga buat kedua orang tua saya karena tanpa mereka saya tidak bisa hidup seperti sekarang dan memiliki spirit dan semangat untuk menjalani hidup demi mengejar impian dan cita-cita. Kepada Kang Addy Gembel (FORGOTTEN) yang telah menginspirasi saya hingga detik ini untuk terus-menerus menghasilkan karya dan menilai dari sudut pandang yang lain tentang dunia di sekitar saya. Kepada teman-teman juga yang selalu mensupport saya dan tulus menerima saya dalam keadaan apapun yang membuat saya selalu bersemangat di dalam kehidupan yang saya jalani. Karena kalianlah saya merasa ada. Dan terakhir kepada orang-orang yang tak bisa saya sebutkan satu per satu akan tetapi percayalah nama dan semangat kalian akan terus hidup di dalam hati saya. Dan api semangat kalian akan kujaga agar terus besar. Semoga bermanfaat.

READ SAFELY…!!!